Text
Habibie Ya Nour El Ain
Barra Sadewa, anak SMA yang mengaku tidak percaya Tuhan, dipaksa kepala sekolahnya untuk mondok dua minggu di Pesantren Nurul Ilmi. Ia datang dengan segudang kebencian. mengira pesantren ini adalah penjara yang lain lagi dalam hidupnya. Tepat saat ia memasuki gerbang pesantren dan mengira telah melakukan kebodohan terbesar dalam hidupnya, ia bertemu Nilam, putri pemilik pesantren yang pendiam dan sangat menjaga etika pergaulan. Dalam beberapa detik segalanya berubah. Bukan hanya bagi Barra, tapi juga Nilam. Pertemuan mereka haya sekejap, tapi jejaknya membekas sepanjang usia.
Tidak tersedia versi lain