Buku ini tentang anak badai yang tumbuh ditemani suara aliran sungai, riak permukaan muara, dan deru ombak lautan. Si Anak Badai yang penuh tekad dan keberanian mempertahankan apa yang menjadi milik mereka, hari-hari penuh keceriaan dan petualangan seru.
"Tere Liye lewat novel ini mengajarkan bagaiman memaknai kehilangan. Rasa kehilangan yang begitu rumit, sakit, tapi tidak untuk tere-Liye, semuanya begitu indah dalam bingkai kesedrhanaan
Di Negeri para bedebah, musang berbulu Domba berkeliaran dihalaman rumah. Tetapi setidaknya, Kawan, di Negeri Para Bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.
Buat apa kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain? Buat apa kamu mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain? Kekhawatiran, juga kecemasan yang sejatinya muingkin tidak pernah ada. Tentang seorang kakak yang mengorbankan apa pun agar adik-adiknya bisa sekolah. Tentang rasa sabar dan penerimaan. Tentang keluarga yang penuh perjuangan.
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali daslam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta hari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya.
Ada tujuh milliar penduduk bumi saat ini. jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu milliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam.
"Aku Eliana, si anak pemberani, anak sulung Bapak dan Mamak yang akan menjadi pembela kebenaran dan keadilan. Berdiri paling gagah, paling depan."
Buku ini tentang Amelia, kisah anak yang memilikimimpi-mimpi hebat untuk kampung tercintanya